Makalah MDK IAD IBD ISD
Manusia dan Kebudayaan
IAD – IBD - ISD
Dosen
Pengampu :
Baiti
Rahmawati,S.Sos.IM.Si
Penyusun
:
Muhammad
Sirojul Faizin (B04219021)
Muhammad
Shokhibuddin (B04219023)
Muhammad
Lukman Hakim (B04219022)
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH FAKULTAS
DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2020
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat serta hidayahnya
sehingga kita dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik, Sholawat serta salam
tetap tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW. Yang telah menunjukkan kita
dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni Addinul Islam.
Kami
ucapkan kepada Baiti Rahmawati,S.Sos.IM.Si yang telah memberikan materi dengan
judul ini, karena dengan disusunnya makalah ini kami dapat lebih mendalami tentang
materi yang diberikan, tak lain kami sampaikan pengetahuan kami.
Kami
selaku penyusun makalah ini menyadari akan kesalahan baik dalam peulisan maupun
dalam tatanan Bahasa, kami dengan senang hati menerima saran dan kritik pembaca
untuk menyempurnakan makalah kami. Semoga dengan tersususunnya makalah ini
bermanfaat untuk kita semua.
Surabaya,
27 Februari 2020
Penyusun
Daftar Isi
Contents
. Manusia sebagai pencipta dan pengguna budaya
Manusia dilahirkan sebagai makhluk
hidup yang paling sempurna
dari pada makhluk makhluk lainnya, karena manusia diberi oleh
Allah akal, sehingga dengan adanya
akal manusia dapat memenuhi segala macam
kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup manusia tidak pernah berhenti, hal ini menuntut manusia untuk terus berfikir bagaimana agar kebutuhannya hiduonya terpenuhi. Tujuan memenuhi kebutuhan hiduplah yang akhirnya
melahirkan berbagai ciptaan dan karya manusia. Jadi pada dasarnya manusia menciptakan
kebudayaan
adalah untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, karena itu manusia disebut
sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan, bahkan tidak kita sadari bahwa kadangkala manusia juga merusak kebudayaan yang telah diciptakannya itu.
Hasil ciptaan dan karya manusia antara lain melahirkan teknologi yang mempunyai kegunaan untuk membantu mempermudah manusia serta dapat melindungi manusia terhadap
lingkungan alamnya.
Sehingga kebudayaan
memiliki beberapa peranan, yaitu :
1.Sebagai hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
2.Wadah untuk menyalurkan
perasaan-perasaan
dan kemampuan – kemampuan lain.
3.Sebagai pembimbing kehidupan
dan
penghidupan manusia, termasuk memenuhi
kebutuhan
hidupnya..
4.Pembeda antara manusia dan binatang.
5.Sebagai petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku didalam pergaulan.
6.Sebagai pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, dan lain sebagainya.
7.Menentukan sikapnya jika berhubungan
dengan orang lain, sebagai modal dasar pembangunan.
Dengan demikian, manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia
dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung
pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang
besar bagi manusia dan masyarakat, untuk menaklukan
berbagai macam kekuatan yang harus dihadapi oleh manusia dan masyarakat seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia
dan masyarakat
memerlukan kepuasan baik secara spiritual maupun
materil.
Kebudayaan masyarakat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya
masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayaan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam
melindungi masyarakat terhadap lingkungan
didalamnya.
Dalam kaitannya untuk memenuhi segala macam kebutuhan dan tindakan untuk melindungi diri dari
lingkungan alam, pada tahap permulaan manusia bersikap menyerah dan semata-mata bertindak didalam batas-batas untuk melindungi
dirinya, namun dengan
akal pikirannya manusia terus berusaha.
Sehingga semakin hari pemikiran manusia semakin berkembang dan masyarakat
semakin
kompleks, kemudian lahirlah kebudayaannya lebih tinggi.
Hasil karya tersebut yaitu teknologi yang memberikan kemungkinan yang luas untuk
memanfaatkan
hasil alam bahkan menguasai alam.
Budaya
yang dikembangkan
oleh manusia akan
berimplikasi pada
lingkungan
tempat
kebudayan itu
berkembang.
Suatu kebudayaan
memancarkan suatu
ciri khas dari
masyarakatnya yang tampak dari luar, artinya orang asing dapat
melihat ciri khas dari budaya suatu daearh atau kelompok. Dengan menganalisa pengaruh dan akibat budaya terhadap lingkungan,
seseorang dapat
mengetahui
mengapa
suatu lingkungan tertentu akan berbeda
dengan lingkungan lainnya dan menghasilkan
kebudayaan yang berbeda pula.
Usaha untuk menjelaskan perilaku manusia sebagai perilaku budaya dalam
kaidah dengan lingkungannya, terlebih lagi perspektif lintas
budaya akan mengandung bamyak variabel yang
saling berhubungan dalam keseluruhan system terbuka. Pendekatan yang saling teriring dengan
psikologi
lingkungan adalah pendekatan sistem yang
melihat
rangkaian sistemik
antara beberapa
subsistem yang ada dalam melihat
kenyataan lingkungan total yang
melingkupi satuan
budaya yang ada.
Beberapa variabel yang berhubungan
dengan masalah kebudayaan
dan lingkungan :
a. Physical Environment, menunjuk
pada lingkungan natural seperti : temperatur, curah hujan,
iklim,
wilayah geografis, flora dan
fauna.
b. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses
sosialisasi seperti: norma-norma, adat
istiadat, dan nilai-nilai.
c. Environmental Orientation
and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan
kognitif yang berbeda-beda pada setiap
masyarakat mengenai lingkungannya.
d. Environmental Behavior
and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan
lingkungan dalam hubungan
sosial.
e. Out Carries Product, meliputi
hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usaha-usaha manusia dalam
memodifikasi lingkungan fisik seperti
budaya pertanian dan iklim.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kebudayaan yang berlaku dan
dikembangkan dalam
lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata
laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
Adapun problematika Kebudayaan antara lain
:
1. Hambatan budaya yang berkaitan dengan
pandangan hidup dan system kepercayaan. Misalnya, keterkaitan orang jawa terhadap
tempat yang mereka tempati secara turun -
temurun di yakini sebagai pemberi berkah kehidupan. Mereka enggan
meninggalkan kampong halamannya atau beralih pola hidup sebagai petani padahal
hidup mereka umumnya miskin.
2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan
perbedaan presepsi atau sudut pandang.
Hambatan ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.
Contohnya program keluarga berencana atau KB semula ditolak masyarakat mereka
beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.
3. Hambatan budaya berkaitan dengan psikologi
atau kejiwaan.
Upaya untuk menstramigasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana
alam banyak mengalami kesulitan.
Hal ini disebabkan karena adanya
kekhawatiran penduduk bahwa ditempat yang baru hidup mereka akan lebih sengsara
dibandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama.
4. Masyarakat yang terasing dan kurang
komunikasi dengan masyarakat luar.
Masyarakat daerah – daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan
masyarakat luar, karena pengetahuannya terbatas, seolah – olah tertutup untuk
menerima program – program pembangunan.
5. Sikap tradisionalisme yang berprasangka
buruk terhadap hal – hal baru.
Sikap ini sangat mengagung – agunkan budaya
tradisional sedemikian rupa, yang menganggap hal – hal baru itu akan merusak
tatanan hidup mereka. Yang sudah mereka miliki secara turun – temurun.
6. Sikap Etnosentrisme.
Sikap etnosentrisme adalah sikap yang mengagungkan budaya sukunya
sendiri dan menganggap rendah suku bangsa lain sikap semacam ini akan mudah
timbulnya kasus – kasus sara, yakni pertentangan suku, agama, ras, dan antar
golongan.
7. Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari
kebudayaan.
Seringkali disalah gunakan oleh manusia, sebagai contoh nuklir dan bom
dibuat justru untuk menghancurkan manusia bukan untuk melestarikan suatu
generasi, obat – obatan diciptakan untuk kesehatan tetapi dalam penggunaan nya
banyak di salah gunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia.
8. Cultural Shock atau gagap budaya.
Apabila manusia tidak bisa menyesuaikan atau beradaptasi dengan budaya
lain,sehingga menimbulkan keraguan dan kecanggungan.
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban,
mengandung pengertian yang luas meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang
kompleks. Meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat –
istiadat (kebiasaan). Dan pembawaan lain nya yang diperoleh dari anggota
masyarakat (Taylor 1897).[1]
Para ahli
banyak yang menyelidiki berbagai kebudayaan, dari hasil penyelidikan tersebut
timbul dua pemikiran tentang munculnya suatu kebudayaan atau peradaban. Pertama
anggapan bahwa adanya hukum pemikiran atau perbuatan manusia. Kedua, kebudayaan
muncul sebagai akibat taraf perkembangan dan hasil evaluasi proses sejarahnya.
Demikian pula proses sajarah bukan hal yang mengikat, tetapi merupakan kondisi
ilmu pengetahuan, agama, seni, ada – istiadat dan kehendak masyarakat.
Adapun
teori kebudayaan yang diajukan oleh Hercovits dalam bukunya yang berjudul Man
and His work tentang teori kebudayaan yaitu :
1. Kebudayan dapat dipelajari
2. Kebudayaan berasal atau bersumber dari segi
biologis, lingkungan, psikologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.
3. Kebudayaan mempunyai struktur
4. Kebudayaan dapat dipecah – pecah ke dalam
berbagai aspek
5. Kebudayan bersifat dinamis
6. Kebudayaan mempunyai variable
7. Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang
dapat di analisis dengan metode ilmiah
8. Kebudayaan merupakan alat bagi seseorang
untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya
Pengertian kebudayaan yang dikemukakakn
oleh E.B. Taylor maupun dalill yang di kemukakan oleh Herkovits masih bersifat
luas sehingga pengkajian kebudayaan saling bervariasi. Kroeber dan Kukhon
(1950), mengajukan konsep kebudayaan sebaagai kupasan kritis dari definisi –
definisi kebudayaan yang mendekati. Definisinya adalah Kebudayaan terdiri dari
atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan, dan reaksi yang
diperolah dan pertama diturunkan oleh symbol- - symbol yang menyusun pencapaian
nya, secara tersendiri dari kelompok – kelompok manusia, termasuk didalamnya
benda – benda materi. Pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita – cita
atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai – nilai.
Untuk dapat memahami ilmu budaya dasar yang merupakan
perpaduan beberapa pengertian, konsep, atau teori pengetahuan budaya, bila
perlu terlebih dahalu mempelajari kerangka kebudayaannya sendiri. Sebab apa
yang dikatakan difinisi, pengertian, atau teori tentang pengetahuan budaya,
semuanya merupakan komponen dari susunan suatu ilmu, yang tidak dapat
melepaskan diri dari objek materi dan objek formal suatu ilmu.
Untuk memudahkan dalam dialektika tentang
kebudayaan yang wawasannya begitu luas, perlu dipahami terlebih dahulu tentang
kerangka kebudayaan, yang meliputi konsep kebudayaan, wujud, unsur kebudayaan,
system budaya, sistem sosial, kebudayaan fisik, dan pengertian lainnya.[2]
Demikian pula dalam observasi ilmiah terkadang sulit untuk membatasi dan
memusatkan perhatian kepada suatu gejala. Akan tetapi sering dalam prakteknya
suatu kegiatan ilmiah mengandung banyak nuansa yang tidak jelas sudut
pandangannya (persepsinya).
Menurut Koentjaraningrat (1980), kebudayaan
berasal dari kata Sansekerta budhayah. Yaitu bentuk jamak dari budhi,yang
artinya “budi” atau “akal”. Kebudayaan dapat diartikan “hal – hal yang
bersangkutan dengan akal”. Sedangkan kata “budaya” merupakan perkembangan
majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi” sehingga dibedakan
antara “budaya” yang berarti “daya dari budi” yang berupa cipta, karsa dan
rasa.
Dalam disiplin ilmu Antropologi budaya.kebudayaan
dan budaya itu artinya sama saja. Menurut dimensi wujudnya kebudayaan mempunyai
tiga wujud yaitu:
1. Kompleks gagasan
konsep dan pikiran manusia wujud ini disebut
sistem budaya yang sifatnya abstrak atau tidak dapat dilihat dan berpusat pada
kepala – kepala manusia yang menganutnya.
2. Kompleks aktivis
Berupa aktivitas manusia yang saling
berinteraksi yang bersifat kongkret dapat di amati atau di observasi. Sistem
sosial ini tidak dapat melepeskan diri dari sistem budaya, karena saling
berinteraksi manusia maka pola aktivitas dapat mula menimbulkan gagasan,
konsep, dan pikiran baru. Serta tidak mustahil dapat diterima dan mendapat
tempat dalam sistem budaya dari manusia yang berinteraksi tersebut.
3. Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi
dari berbagai penggunaan peralatan untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya
manusia tersebut dapat menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
Unsur –
unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan di dunia, menurut konsep B.
Malinowski kebudayaan didunia mempunyai tujuh unsur universal yaitu :
1. Bahasa
2. Sistem teknologi
3. Sistem mata pencaharian
4. Organisasi sosial
5. Sistem pengetahuan
6. Religi
7. Kesenian
Kerangka kebudayaan merupakan dimensi
analisis dari konsep kebudayaan yang dikombinasikan ke dalam suatu bagan
lingkaran. Sistem budaya digambarkan dalam lingkaran yang paling dalam dan
merupakan inti, sistem sosial dilambangkan dengan lingkaran kedua disekitar
inti. Sedangkan kebudayaan fisik dilambangkan dengan lingkaran yang paling
luar.
Maka terlihat jelas bahwa tiap unsur
kebudayaan yang universal itu dapat mempunyai tiga wujud kebudayaan,
yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.[3]
Sistem sosial dan sistem budaya merupakan
sistem – sistemyang secara analisis dapat dibedakan. Sistem sosial lebih banyak
dibahas dalam kajian sosiologi, sedangkan sistem budaya banyak di kaji dalam
disiplin pengetahuan budaya. Jadi istilah sistem ini dapat dipakai berbagai
cara, fenomena, undang – undang, dan lain – lain.
Definisi sitstem yang memadai sulit di
rumuskan, mengingangat dalam sistem banyak terkandung unsur – unsur secara
sistem. Secara sederhana sistem diartikan sebagai kumpulan bagian –bagian yang
bekerja bersama – sama untuk melakukan satu maksud, adapun sistem itu memiliki
sepuluh ciri yaitu :
1. Fungsi ( Function )
2. Satuan ( Unit )
3. Batasan ( Boundary )
4. Bentuk ( Strukture )
5. Lingkungan ( Enviroment )
6. Hubungan ( Relation )
7. Proses ( Process )
8. Masukan ( Input )
9. Keluaran ( Output )
10. Pertukaran ( Exchange )
Dengan kesepuluh ciri sistem ini
mempermudah seseorang dalam menganalisis suatu sistem menurut prespektif tertentu seperti sistem sosial atau sistem
budaya.[4]
Sistem budaya atau Cultural System merupakan ide – ide dan gagasan manusia hidup
bersama dalam suatu masyarakat. Dengan demikian sistem budaya adalah dari
kebudayaan yang diartikan pula adat istiadat. Adat – istiadat mencakup sistem
nilai budaya, sistem norma, norma – norma menurut pranata – pranata yang ada
didalam masyarakat yang bersangkutan termasuk norma agama.
Proses
ini dimulai sejak kecil dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan lingkungan
di luar rumah, mula – mula dengan meniru berbagai macam tindakan. Tetapi ada
juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalami Deviants,
artinya individu yang dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya di
lingkungan sekitarnya.
Teori sistem sosial pertama kali
diperkenalkan oleh seorang sosiologi Amereika, Talcot Parsons. Konsep sistem
sosial merupakan konsep relasional sebagai pengganti konsep eksistensional
prilaku sosial. Konsep sosial adalah alat pembantu untuk menjelaskan
tentang kelompok – kelompok manusia.
Tiap
–tiap sistem sosial terdiri atas prilaku tertentu yang mempunyai struktur dalam
dua arti, yaitu : pertama relasi – relasi sendiri antara orang – orang bersifat
agak mantap dan tidak cepet berubah. Kedua prilaku – prilaku mempunyai corak
atau bentuk yang relatif mantap. Kesemuanya saling mengkait satu sama lain
dalam kebudayaan yang saling menguntungkan. Dalam dua sistem sosial, paling
tidak terdapat empat hal yaitu :
1. Dua orang atau lebih.
2. Terjadi interaksi diantara mereka.
3. Bertujuan
4. Memiliki sturktur, symbol, dan harapan-
harapan bersaama yang di pedomaninya.
Lebih lanjut parsons mengatakan
bahwa sistem sosial tersebut dapat berfungsi apabila dapat memenuhi empat
persyaratan fungsional yaitu :
1. Adaptasi menunjuk pada keharusan bagi
isitem – sistem sosial untuk menghadapi lingkungan nya.
2. Mencapai tujuan, merupakan persyaratan fungsional
dengan bahwa tindakan itu di arahkan
pada tujuan – tujuannya (bersama sistem sosial).
3. Integrasi, merupaka persyaratan yang
berhubungan dengan interelasi antara para anggota dalam sistem sosial.
4. Pemeliharaan pola – pola tersembunyi,
konsep latensi ( latency ), pada berhentinya interaksi akibat keletihan
dan kejenuhan sehingga tunduk pada sistem sosial lainnya yang mungkin terlibat.
Model
persyaratan fungsional Parsons ini dapat digunakan untuk menganalisis interaksi
di antara pola – pola institusional utama di sistem – sistem sosial yang
lebih besar. Sistem – sistem sosial terdiri atas interaksi sosial .
Unsur –
unsur tersebut membentuk sistem sosial itu sendiri dan mengandung sistem
sosial. Adapun unsur – unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh, yaitu :
1. Keyakinan ( pengetahuan ).
2. Perasaan ( sentiment ).
3. Tujuan, sasaran atau cita – cita.
4. Norma.
5. Kedudukan peranan ( status ).
6. Tingkatan atau pangkat ( rank ).
7. Kekuasaan atau pengaruh ( power ).
8. Sangsi.
9. Sarana atau fasilitas.
10. Tekanan, ketegangan.[5]
Kajian ilmu budaya dasar adalah nilai – nilai
dasar manusia. Oleh karena itu, dalam proses pengkajiannya permasalahan nilai
tersebut perlu terlebih dahulu di mengerti dan di pahami. Hal ini yang penting
bahwa nilai merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia.
Oleh karena itu, nilai – nilai ini sangat
luas dan dapat di temukan pada perilaku yang terpilih dalam berbagai kehidupan
yang luas di alam semesta ini. Dengan mengerti ketiga pembicaraan ini
diharapkan seseorang dapat mengapresiasi betapa penting nya nilai bagi
kehidupannya mengetahui proses dan mekanisme nilai dalam kehidupan serta dapat
berperan dalam menentukan orientasi nilai budaya yang baik.
Batasan nilai dapat mengacu kepada berbagai
hal seperti minat, kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban agama, kebutuhan,
keagamaan, hasrat, keengganan, atraksi (daya tarik ), dan hal –hal lain yang
berhubungan dengan perasaandari orientasi seleksinya. Akan tetapi, segala
sesuatu yang nilainya manifestasi perilaku reflex atau hasil proses kimia di
dalam tubuh, itu bukan nilai. Rumusan nilai dapat diperluas dan dipersempit.
Sebagai bahan perbandingan dan untuk menambah wawasan pengertian tentang nilai,
ada beberapa pendapat sebagai berikut :
a) Pepper mengatakan bahwa nilai adalah segala
sesuatu tentang yang baik atau yang buruk
b) Perry mengatakan bahwa nilai adalah segala
sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai objek
c) Kohler mengatakan bahwa manusia tidak
berbeda di dunia ini, semua tidak dapat berhenti hanya dengan sebuah pandangan
factual dari pengalaman yang berlaku
d) Kluckhon mengatakan bahwa definisi nilai
yang diterima sebagai konsep yang diinginkan dalam literatur ilmu sosial adalah
hasil seleksi perilaku. Batasan nilai sempit adalah adanya suatu perbedaan
penyusunan antara apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan dengan apa yang
seharusnya dibutuhkan, nilai – nilai tersusun secara hierarkis dan mengatur
rangsangan kepuasan hati dalam mencapai tujuan kepribadiannya.
Dari berbagai pendapat tentang nilai ini
dapat ditemukan sebuah batasan nilai (tentative) yaitu nilai adalah sesuatu
yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari
berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat. Batasan ini bersifat
universal, tetapi untuk suatu maksud pembicaraan tertentu dapat mengacu kepada
salah satu batasan sebelumnya. Sebagai contoh pengertian nilai sosial
dikemukakan oleh Alfin L. Bertrand, nilai sosial adalah suatu kesadaran dan
emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek, gagasan, atau orang.
Pengertian nilai sosial ini, bila dikaitkan dengan batasan sebelumnya, maknanya
akan berhubungan.
Untuk mendapat suatu rumusan yang jelas,
Robin M. Williams mengemukakan bahwa ada empat buah kualitas tentang nilai –
nilai, yaitu :
1. Nilai – nilai mempunyai sebuah elemen konsepsi
yang lebih mendalam dibandingkan dengan hanya sekedar sensasi, emosi atau
kebutuhan
2. Nilai – nilai menyangkut atau penuh dengan
semacam pengertian yang memiliki suatu aspek emosi
3. Nilai – nilai bukan merupakan tujuan
kongkret dari tindakan, tetapi mempunyai hubungan dengan tujuan, sebab nilai –
nilai berfungsi sebagai kriteria dalam memiliki tujuan – tujuan.
4. Nilai – nilai merupakan unsur – unsur
penting, dan tidak dapat disepelekan bagi orang yang bersangkutan. Dalam
kenyataan, nilai – nilai berhubungan dengan pilihan, dan pilihan merupakan
prasyarat u8ntuk mengambil suatu tindakan.[6]
Jenis – jenis nilai, menurut intensitasnya,
ada yang disebut nilai – nilai yang tercernakan dan nilai – nilai yang domina.
Nilai – nilai yang tercernakan (internalized values) merupakan suatu
landasanbagi reaksi yang diberikan secara otomatis terhadap situasi – situasi
tingkah laku eksistensi, sedangkan nilai – nilai tercernakan tidak dapat
dipisahkan dari si individu serta membentuk landasan bagi hati nuraniny.
Apabila terjadi pemerkosaan terhadap nilai – nlai tersebut, maka akan timbul
perasaan malu atau bersalah yang sulit untuk dihapus. Nilai yang tercernakan
bagi individu – individu artinya individu itu menghayati atau menjiwai suatu
nilai sehingga ia akan memandang keliru pola perilaku yang tidak sesuai dengan
nilai tersebut.
Nilai –nilai yang dominan artinya nilai –
nilai yang lebih diutamakan daripada nilai – nilai lain. Fungsi nilai dominan
ialah sebagai suatu latar belakang atau kerangka patokan bagi tingkah laku
sehari hari. Kriteria apakah suatu nilai itu dominan, ditentukan oleh hal – hal
sebagai berikut :
1. Luas tidaknya ruang lingkup pengaruh nilai
tersebut dalam aktivitas total dari sistem sosial.
2. Lama tidaknya pengaruh nilai itu dirasakan
oleh kelompok masyarakat
3. Gigih tidaknya (intensitas) nilai tersebut
diperjuangkan atau dipertahankan
4. Prestise orang – orang yang menganut nilai,
yaitu orang atau organisasai yang dirancang sebagai pembawa nilai.
Memahami nilai akan lebih jelas apabila
dilanjutkan dengan mempelajari tentang watak nilai. Dengan memahmai watak nilai
atau etos nilai, diharapakan seseorang akan mengetahui apa yang harus
diperbuatnya untuk menjadi manusia dalam arti sepenuhnya. Hal ini ialah bahwa
nilai itu sendiri mempunyai dasar pembenaran atau sumber pandangan dari
berbagai hal seperti metafisika, teologi, etika, estetika, dan logika. Pembicaraan
mengenai watak nilai ini mencakup pertimbangan – pertimbangan nilai, pembenaran
nilai, pilihan nilai, dan konflik nilai.[7]
Mempertimbangkan nilai adalah kebiasaan
sehari – hari bagi kebanykan orang, serta dilakukan secara terus – menerus. Mempertimbangkan
untuk mengadakan pilihan tentang nilai adalah suatu keharusan. Dalam
kehidupannya manusia terpaksa mengadakan pilihan, mengukur benda dari segi yang
lebih baik atau yang lebih jelek, dan memberikan formulasi tentang ukuran
nilai. Setiap individu mempunyai perasaan tentang nilai, dan tak pernah ada
suatu masyarakat tanpa sistem nilai. Jika seseorang tidak melakukan pilihannya
tentang nilai, maka orang lain atau kekuatan luar akan mentaokan pilihan nilai
untuk dirinya.
Bidang yang berhubungan dengan nilai adalah
etika (penyelidikan nilai dalam tingkah laku manusia) dan estetika
(penyelidikan tentang nilai dalam seni). Nilai dalam masyarakat tercakup dalam
adat kebiasaan dan tradisi, yang secara tidak sadar diterima dan dilaksanakan
oleh anggota masyarakat. Di dalam masyarakat yang secara tepat mengalami
perubahan, nilai menjadi bahan pertentangan.
Pertimbangan nilai berbeda dengan
pertimbangan fakta. Pertimbangan fakta hanyalah merupakan pernyataan deskriptif
tentang kualitas empiris atau hubungan.
Konsep sistem – sistem nilai budaya
bermacam macam yang menunjukan bahwa macam - macam nilai dapat mengandung suatu
model menyeluruh untuk deskripsi dan studi perbandingan. Diasumsikan bahwa
perbedaan macam – macam dan tingkat – tingkat nilai aturan – aturan khusus atau
umum, cita – cita, norma –norma, kriteria lainnya dapat sikap mengatur,
penilaian dan sanksi – sanksi semuanya menyusun nilai sistem budaya yang
kompleks.
Demikian pula ditempat yang satu atau yang
lainnya berbeda. Akan tetapi, pada waktu yang sama variasi – variasi nilai yang
dianut ini mempunyai hubungan tertentu dengan suatu tema normatif. Menurut
Alvin L. Bertrand, merupaka nlandasan bagi cara pendekatan sistem nilai didalam
penyelidikan terhadapa nilai –nilai masyarakat.
Karena itu, suatu sistem nilai budaya
berfungsi sebagai pedoman tertinggi sebagai pedoman manusia ( Koentjaranigrat,
1981). Sistem nilai budaya itu demikian kuatnya meresap dan berakar didalam
jiwa masyarakat sehingga sulit diganti atau diubah dalam waktu yang singkat.
Sistem nilai budaya didalam masyarakat menyangkut masalah – masalah pokok bagi
kehidupan manusia.[8]
Oleh karea itu, mungkin saja nilai – nilai
inti tertentu dapat berbeda atau bertentangan dengan nlai –nilai yang
lain.Suatu bangsa mempunyai orientasi nilai – nilai tertentu. Akan tetapi,
secara universal orientasi nilai budaya ini telah disusun kerangkanya
oleh seorang Antropolog bernama Kluckhohn ( atau dalam Variations In
Value Orientation, 1961).
Secara universal nilai budaya menyangkut
lima masalah pokok kehidupan manusia yaitu :
1. Hakikat hidup manusia(MH)
Hakikat
hidup untuk setiap kebudayaaan berbeda secara ekstrim, ada yang berusaha untuk
memadamkan hidup, ada pula degan pola –pola tertentu mennganggap hidup sebagai
suatu yang berat “mengisi hidup”.
2. Hakikat karya manusia (MK)
Setiap
kebudayaan hakikatnya berbeda beda ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan
hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerakan
hidup unutk menambah karya lagi
3. Hakikat waktu manusia (MW)
Hakikat
waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan mememntingkan
orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan masa kini atau masa yang akan
dating.
4. Hakikat alam manusia (MA)
Kebudayaan
yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam
semaksimal mungkin, adapula kebudayaan yang beranggapan bahwa manusia harus
harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam.
5. Hakikat hubungan manusia (MM)
Dalam hal
ini, ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia baik secara horizontal
(sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada tokoh – tokoh.
Ada pula yang berpandangan Individualistis (menilai tinggi kekuatan
sendiri).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat
hidup sudah mempunyai pandangan (meminjam konsep Kluckhohn). Demikian
pula hakikat kerja berpandangan bahwa karya itu nafkah hidup dan kehormatan.
Pandangan ini menunjukkan terarah kepada diri sendiri tidak berorientasi
keluar. Pandangan semacam ini sering disebut Stoic :gelap, keras, dan
suram, sebagai akibat kecenderungan untuk berputar putar dalam dirinya sendiri.
Sistem – sistem nilai di Amerika telah
diteliti oleh Williams (1960) adanya informasi orientasi nilai – nilai yang
dianut oleh warganya yaitu :
1) Hasil usaha dan keberhasilan dipentingkan
oleh pribadi
2) Menekankan pada aktivitas dan pekerjaan
3) Memandang dunia dari segi moral
4) Mementingkan mores atau adat istiadat
kemanusiaan
5) Menghargai efisiensi dan kepraktisan
6) Optimisme ke masa depan atau kemajuan
7) Berorientasi kepada materi
8) Berkeyakinan pentingnya persamaan derajat
9) Menghargai kebebasan
10) Menyesuaikan diri kepada dunia luar
11) Mementingkan segi rasio dan ilmu
pengetahuan
12) Memiliki patriotism
13) Berkeyakinan terhadap demokrasi
14) Berkepribadian individualistic
15) Mempunyai tema rasional dan superioritas
kelompok
Maka dalam memahami nilai – nilai dasar
manusia kita dapat dengan sekaligus memberi “cap” tentang watak dan
kompleksitas nilai – nilai dasar.
a. Cultural lag
Cultural Lag adalah perbedaan antara taraf
kemajuan berbagai bagian dalam kebudayaan suatu masyarakat. Artinya ketinggalan
kebudayaan yaitu selang waktu saat benda itu diperkenalkan pertama kali dan
saat benda itu di terima secara umum sampai masyarakat dapat menyesuaikan diri
terhadap benda tersebut.
b. Curtural survival
Istilah ini ada sangkut pautnya dengan cultural
lag karena mengandung pengertian adanya suatu cara tradisional yang tak
pernah mengalami perubahan sejak zaman dahulu sampai sekarang. Cultural
Survival adalah konsep lain yang dipakai untuk menbggambarkan suatu praktek
yang telah kehilangan fungsi penting nya seratus perse, yang tetap hidup dan
berlaku semata – mata hanya diatas landasa adat – istiadat. Jadi pergantian Lag
dapat dipergunakan paling sedikit
dalam dua arti yaitu :
1. Jangka waktu antara terjadinya penemuan
baru diterimanya penemuan baru tadi.
2. Adanya perubahan dalam pikiran manusia dari
alam pikiran tradisional ke alam pikiran modern.
c. Pertentangan Kebudayaan ( Cultural
Conflic)
Hal ini terjadi akibat konflik langsung
antar kebudayaan, faktor – faktor yang menimbulkan konflik kebudayaan adalah
keyakinan – keyakinan yang berbeda berhubungan dengan masalah aktivitas
berbudaya.
d. Guncangan Kebudayaan ( culture shock )
Istilah ini di kemukakan oleh Kalervo Oberg
(1958) untuk menyatakan apa yang disebutnya sebagai suatu penyakit jabatan
orang – orang yang tiba – tiba di pindahkan ke dalam suatu kebudayaan yang
berbeda dari kebudayaan nya sendiri. Hal ini akibat kecemasan, karena orang itu
kehilangan tanda – tanda atau lambang – lambang pergaulan sosial yang sudah di
kenal nya dengan baik.
Adapun empat tahap yang
membentuk siklus Culture Shock :
1. Tahap inkubasi, kadang – kadang disebut
tahap bulan madu sebagai suatu pengalaman baru yang menarik.
2. Tahap krisis, ditandai dengan suatu
perasaan dendam pada saat inilah terjadi korban Culture Shock
3. Tahap kesembuhan, korban mampu melampui
tahap kedua hidup dengan damai.
4. Tahap penyesuaian diri, sekarang orang
tersebut sudah membanggakan suatu yang di lihat dan dirasaknnya dalam kondisi
baru itu rasa cemas dalam dirinya sudah berlalu.
Hubungan
manusia, masyarakat, budaya dan agama Manusia adalah makhluk sosial, artinya
makhluk yang selalu membutuhkan kawan atau- pun membutuhkan bantuan orang lain
dalam menjalani kehidupannya sehari-hari, hal ini sudah menjadi sunatullah dari
sang pencipta alam semesta.[9]
Dalam kehidupan manusia, ada beberapa aspek yang sangat disakral oleh suatu
golongan masyarakat, salah satunya adalah masalah agama dan budaya. Agama dan
kebudayaan adalah dua hal yang sangat dekat di masyarakat.
Bahkan ada
sebagian masyarakat mengartikan bahwa agama dan kebudayaan adalah satu kesatuan
yang utuh. Sebenarnya, agama dan kebudayaan mempunyai kedudukan masing-masing
dan tidak dapat disatukan, karena agamalah yang mempunyai kedudukan lebih
tinggi dari pada kebudayaan. Namun keduanya mempunyai hubungan yang erat dalam
kehidupan masyarakat.
Geertz
mengatakan bahwa wahyu membentuk suatu struktur psikologis dalam benak manusia
yang membentuk pandangan hidupnya, yang menjadi sarana individu atau kelompok individu
yang mengarahkan tingkah laku mereka. Tetapi wahyu bukan saja menghasilkan
budaya immaterial, tetapi juga dalam bentuk seni suara, ukiran, bangunan.37
Perdebatan sebagaimana yang terjadi di atas bukan saja terjadi dalam
masyarakat, bahkan para ahlipun mempunyai pendapat yang berbeda dalam
memberikan pandangan terkait masalah agama dan budaya.[10]
Para ahli tersebut misalnya, Hegel,
keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu, tata hukum, tatanegara,
kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi.
Sebaliknya sebagian ahli, seperti Pater Jan Bakker, dalam bukunya “Filsafat
Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya,
karena menurutnya, bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya,
sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman
merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaan merupakan karya manusia.
Sehingga pendapat para ahli ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut ; 38 1)
Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau
dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu
sendiri. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. 2) Kelompok kedua, yang di wakili
oleh Pater Jan Bakker, menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama
sekali dengan agama. 3) Kelompok ketiga, menganggap bahwa agama merupakan
bagian dari kebudayaan itu sendiri. Perlu kiranya untuk kita ketahui secara
bersama bahwa Islam mendorong manusia untuk berbudaya, tentu berbudaya yang
dimaksud adalah berbudaya sesuai syariat Islam. Sebelum datangnya ajaran Islam
di muka bumi ini, sudah ada kebudayaan 37 Baihaqi Annizar, Hubungan agama dan
budaya, http:// baihaqi-annizar.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-agama-dan-
kebudayaan.html, dikutip 04-12-2016, pukul 04:50 WIB. 38 Nata Abdullah,
Metodologi Studi Islam,(Jakarta: PT Raja Grafindo Persadaa,2004) h.62
Zulkarnain Dali: Hubungan Antara Manusia, Masyarakat, dan Budaya 55 yang telah
berkembang sebelumnya.
Tentu dari
kebudayaan tersebut ada yang mengandung ke- baikan dan ada yang mengandung
keburukan atau kebatilan. Adat istiadat dan tradisi yang dilakukan oleh suatu
masyarakat bisa juga mengandung unsur kebaikan pada sisi kehidupan manusia,
yang tidak ada nash agamanya, kecuali pengarahan terhadap tujuan yang umum.
Ketika itulah peran akal melakukan ijtihad untuk mencari kehendak Ilahi, dalam
segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Mungkin bisa
dikatakan bahwa adat istiadat atau kebudayaan ataupun tradisi yang kebaikannya
adalah kehendak Ilahi, ia dapat dianggap sebagai hukum agama yang disandingkan
dengan tatanan agama secara menyeluruh, meliputi berbagai bidang kehidupan.
Pada saat itulah kenyataan hidup berperan dalam memahami agama berdasarkan
tradisi yang baik. Ia dianggap sebagai bagian agama ketika tidak ada nash yang
berkaitan dengannya, dan ketika tidak bertentangan dengan nash yang ada.39
Islam dan kebudayaan memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lain.
Ajaran Islam memberikan aturan-aturan yang sesuai dengan kehendak Allah SWT,
sedangkan kebudayaan adalah realitas keberagamaan umat Islam.[11]
Kebudayaan dapat pula digunakan untuk memahami
agama yang terdapat pada tataran agama yang tampil dalam bentuk formal yang
menggejala di masyarakat. Pengamalan agama yang terdapat di masyarakat tersebut
adalah hasil penalaran para penganut agama dari sumber agama yaitu wahyu. Salah
satu contohnya yaitu ketika kita membaca kitab fiqih, kitab fiqih tersebut
merupakan pelaksanaan dari nash Al-quran maupun hadist yang melibatkan
penalaran dan kemampuan manusia. Pelaksanaan fiqih dalam kehidupan sehari-hari
itu berkaitan dengan kebudayaan yang berkembang di masyarakat tempat agama tersebut
berkembang. Dengan pemahaman terhadap kebudayaan tersebut seseorang akan dapat
mangamalkan ajaran agama tersebut.40 Didalam ajaran agama Islam ada beberapa
jenis kebudayaan, antara lain sebagai berikut; 41 1) Kebudayaan yang tidak
bertentangan dengan ajaran Islam 39 Al-majid,PemahamanIslam antara rakyu dan
wahyu, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1997) h.73. 40 Nata Abdullah,
Metodologi Studi Islam,(Jakarta:PT Raja Grafindo Persadaa,2004) h.49 41 Endar
Wismulyani, Jejak Islam di Nusantara, Cet 1,(Klaten: Cempaka Putih,2008),
h.46-47 Hal ini sebagai yang disebut pada kaidah fiqh yaitu “ al adatu
muhkamatun “ artinya “adat kebiasaan dapat dijadikan sebagai hukum” bahwa adat
istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat, yang merupakan bagian dari budaya
manusia.
Mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum.
Tetapi perlu diingat, kaidah tersebut hanya berlaku pada hal yang belum ada
nashnya dalam al-quran maupun sunnah Rasul. 2) Akulturasi kebudayaan Adapun
maksud dari akulturasi kebudayaan di atas adalah, bahwa ada tradisi masyarakat
yang bertentangan dengan ajaran Islam, namun tradisi tersebut tetap
dilaksanakan tetapi dimasukan ajaran Islam. Misalnya, melaksanakan upacara
tujuh hari orang me- ninggal ataupun empat puluh hari orang meninggal. Upacara
semacam itu tidak ada tuntunannya dalam Islam, tetapi Islam mencoba
merekonstruksi upacara-upacara tersebut agar menjadi lebih Islami, yaitu dengan
pembacaan kitab suci Alquran pada saat pelaksanaan upacara-upacara tersebut.
Sehingga acara tersebut bisa bernilai ibadah. 3) Kebudayaan yang bertentangan
dengan syariat Islam Kebudayaan yang bertentangan sebagaimana yang disebutkan
pada point ketiga di atas kebudayaan yang mana nash atau dalilnya tidak
terdapat dalam al-quran maupun sunnah Rasul, tradisi itu juga bertentangan
norma, hukum, adat, sopan santun dan menimbulkan keresahan dalam kehidupan
masyarakat.
Misalnya, melakukan kegiatan perjudian dan
mabuk-mabukan pada suatu hajatan. Beberapa uraian dan contoh yang telah di-
sampaikan di atas merupakan sebagian kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran
Islam, sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Islam melarangnya,
karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada
kemajuan adab, dan persatuan, serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan
serta akan menimbulkan kerusuhan dan konflik dalam kehidupan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
M.Munandar Sulaiman, Ilmu
Budaya Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 14
https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/viewFile/373/320
[1] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar ( Bandung : PT Refika Aditama,1998). 10
[2] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 12
[3] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 14
[4] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar ( Bandung : PT Refika Aditama,1998). 15
[5] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 18
[6] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 18-20
[7] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 21
[8] M.Munandar Sulaiman, Ilmu Budaya
Dasar Suatu Pengantar (
Bandung : PT Refika Aditama,1998). 26
[9] https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/viewFile/373/320
[10] https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/viewFile/373/320
[11] https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/viewFile/373/320

Alhamdulillah semakin bertambah wawasan saya dengan membaca ini, terima kasih dan sukses selalu
BalasHapusTerimakasih banyak ya ilmu barunya semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah makalah sangat mudah dipahami dan sangat menambah wawasan
BalasHapusAlhamdulillah makalah ini dapat menambah wawasan saya , makalah ini sangat berguna sekali untuk para pembacanya
BalasHapusAlhamdulillah saya dpt ilmu baru, terimakasih sudah berbagi ilmu semoga tetap berkarya
BalasHapusAlhamdulillah.... Makasih ilmu yang dapat dilihat cuma2, semoga bermanfaat...
BalasHapusterima kasih kepada pemakalah yang telah membagikan ilmunya. penjelasanya sangat mudah untuk dipahami dan menambah pengetahuan saya
BalasHapuspengetahuan tentang iad ibd isd telah dibahas disini, terimakasih ilmunya.
BalasHapusTerimakasih bermanfaat sekali makalahnya.. sebaiknya dilengkapi krn tdk ada kesimpulannya
BalasHapusAlhamdulillah, sudah bagus makalahnya. semoga bisa berkreatif lagi
BalasHapusAlhamdulillah,,Senangnya setelah membaca isi dari makalah ini saya semakin termotivasi untuk bisa membuat karya semenarik ini dan semakin menambah wawasan pengetahuan saya mengenai keterkaitan manusia dengan kebudayaan .Makalah ini sangatlah menarik dan bahasanya juga sangat mudah difahami serta makalah ini juga bisa dijadikan bahan untuk referensi. Terima kasih sudah memberikan ilmu barunya semoga ilmunya bisa bermanfaat dan kelak bisa menciptakan karya - karya menarik lainnya... :) :)
BalasHapusterima kasi banyak ya min. Makalah ini memang berguna sekali dan berfungsi bagi orang orang yang belum mengerti seperti saya , teruslah berkarya ya
BalasHapusMakalahnya bagus, bisa buat pembelajaran kedepannya.
BalasHapusMakalahnya bagus.bisa buat pembelajaran buat saya.
BalasHapusAlhamdulillah dengan adanya makalah ini saya mendapat ilmu pengetahuan lebih jauh lagi
BalasHapusTerima kasih sudah menyampaikan ilmu nya
BalasHapusAlhamdulillah, semoga ilmunya bermanfaat ya kak
BalasHapusBarrakallah ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih semoga bermanfaat dan barokah
BalasHapusMakalahnya bagus semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih sangat bermanfaat saudara
BalasHapusalhamdulillah,, makalah ini sangat membantu dalam peluasan wawasan kami
BalasHapusWahhhh bermanfaat skali ilmunya. Terimakasih:))
BalasHapusMantap, makalah mudah dipahami, bahasa lugas, dan bisa menambah referensi baru
BalasHapusWah keren sekali bih buat nambah wawasan
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmakalah sgt bermanfaat. karena makalh ini mnjelaskn manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya
BalasHapusSangatt mudah dipahami..
BalasHapusJuga artikel ini menambah wawasan saya terimakasih min:)
Sangat bermanfaat dan dapat di jadikan refrensi
BalasHapusAlhamdulillah Makalah nya sangat bagus dan mudah dipahami.semoga bermanfaat...
BalasHapuswah sangatt bermanfaat, saya jadi tau, terima kasih
BalasHapuswahh bagus isi makalahnya, semoga bermanfaat yaa
BalasHapusAlhamdulillah semoga bisa membuat hal bermanfaat lainnya, sukses selaluu
BalasHapusalhamdulillah berkat blog ini saya paham
BalasHapusMakasiih banyak atas wawasan barunya.
BalasHapussangat bermanfaat sekali untuk refrensi saya, terimakasih, semoga bisa mengembangkan tulisan yang lebih banyak dan bermanfaat untuk khalayak pembaca aamiin
BalasHapusAjiib banget isinya, kapan-kapan boleh ga request ?
BalasHapusAlhamdulillah pengetahuan jadi semakin bertambah semoga bisa bermanfaat untuk orang lain
BalasHapusAlhamdulillah sangat menambah wawasan saya, terus berkarya, semangat:)
BalasHapusIsinyaa bermanfaat, berbobot jugaa bisa menambah wawasan. Terus semangat berkarya
BalasHapusGood,, semangat dan sukses yaa,,, makalahnya sudah cukup baik...
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat bagi kita semua amin...
BalasHapusIsi materinnya sangat bagus, mudah2an kedepannya jauh lebih baik lagi, sukses selalu buat penulis.
BalasHapusMakalahnya bagus, meskipun daftar pustakanya cuma 2. Yang penting bisa bermanfaat untuk semua yg membaca😊
BalasHapusIsi makalahnya bagus , mudah di pahami , menambah wawasan ni
BalasHapusAlhamdulillah, barakallah bisa menambah wawasan lagi semoga bermanfaat
BalasHapusTerimakasih semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah dengan blog diatas saya bisa faham materi nya
BalasHapusSemoga bisa bermanfaat bagi yang melihat materinya mudah di fahami
BalasHapus